Newest Post
// Posted by :Parsley
// On :Sabtu, 10 Oktober 2015
Halo! Apa kabar hari ini? Sapaan adalah cara kita
berinteraksi dengan satu sama lain. Tidak seperti sapaan pada umumnya dengan berkata apa kabar (seperti yang di atas) atau berjabat tangan, di Tibet ada tata
krama atau sopan santun yang unik dalam hal sapa menyapa atau memberikan salam.
Mereka akan mencangkupkan kedua tangan dan meletakkan di bagian dada sambil
menjulurkan lidah untuk menunjukkan rasa hormat mereka.
Menjulurkan lidah
kepada orang lain tentu akan mengundang masalah (khususnya di Negara Indonesia).
Coba bayangkan jika kita menjulurkan lidah pada orang yang tidak dikenal? Tentu
akan jadi masalah. Tapi berbeda di Tibet, hal ini justru dianggap sopan dan
merupakan tradisi yang sudah berlangsung turun temurun. Lantas bagaimana cara membalas
salam ini? Nah, untuk membalas salam ini, kita cukup mencakupkan kedua tangan dan
mengatakan “Tashide” yang berarti semoga beruntung.
Lantas mengapa orang di Tibet menjulurkan
lidah untuk menyapa orang? Sejarahnya adalah jaman dahulu
ada seorang raja kejam di Tibet bernama Lang Darma yang memiliki lidah hitam. Orang Tibet percaya bahwa raja ini akan
bereinkarnasi. Oleh karena itu, mereka saling menyapa dengan menjulurkan lidah
mereka, untuk membuktikan bahwa mereka bukan raja jahat yang bereinkarnasi.
Tradisi ini terus berlangsung selama berabad-abad, jadi sekarang hanya sebagai
sambutan adat semata.
Sekian !!!
