Newest Post

// Posted by :Parsley // On :Jumat, 16 Oktober 2015

Bakteri Bacillus F bisa bikin manusia hidup abadi ?


Bakteri Bacillus F disebut-sebut menjadi kunci yang mampu membuat kehidupan menjadi abadi. Bermula ketika tim ilmuwan sekitar tahun 2009, menemukan spesies bakteri tak dikenal di lapisan bawah permukaan tanah beku Gunung Mamontova di Yakutia/Sakha Republic, Siberia.
Bakteri yang kemudian diyakini sebagai Bacillus F itu telah beku selama berabad-abad. Para peneliti lalu menetapkan bahwa usia bakteri itu sekitar 3,5 juta tahun. Bisa hidup jutaan tahun lamanya, membuat para ilmuwan ingin meneliti bakteri yang bernama Bacillus F ini. Para peneliti penasaran bagaimana bakteri tersebut bisa bertahan hingga jutaan tahun terkubur di Siberia.
Bakteri ini dinilai memiliki mekanisme istimewa yang mampu membuatnya tetap ‘hidup’ bahkan di suhu dan kondisi yang tidak ramah sekalipun. Bakteri ini berhasil bertahan pada suhu di bawah 0 oC.
Dari penelitian yang sudah dilakukan oleh tim ilmuwan terhadap Bacillus F, mereka meyakini bahwa bakteri ini mampu menciptakan sistem kekebalan yang spesifik dan mampu memperpanjang masa hidup sel tubuh. Setidaknya percobaan itu diklaim berhasil pada kawanan tikus , biji buah dan lalat.
Tikus yang di uji tersebut lebih hidup lama dibandingkan tikus yang lainnya di luar laboratorium dan memiliki badan yang sehat hingga usia tua. Tikus betina yang sudah dinyatakan mandul pun dapat bereproduksi kembali. Biji buah yang dilakukan percobaan itu juga bisa tetap bertahan, walaupun berada di suhu 5 derajat celcius.
Dari situ, pemimpin penelitian Nadezhda Mironovoa dari Institute of Chemical Biology and Fundamental Medicine Academy of Sciences of Russia menduga bahwa Bacillus F mampu menciptakan sistem kekebalan yang spesifik.
Menggunakan teknologi MRI, tim ilmuwan meneliti para tikus yang telah disuntikkan Bacillus F dan menemukan bahwa ada dua jenis perantara yang ditemukan. Mereka adalah glutamat dan taurin yang memiliki sifat imunitas pada tubuh serta mampu memperpanjang masa hidup sel tubuh.
Melihat percobaan yang berhasil tersebut, ilmuwan Anatoli Brouchkov, kepala Departemen Geocryology di Moscow State University, menyuntikkan bakteri kuno tersebut ke tubuhnya sekitar 2 tahun yang lalu. Dia mengatakan bahwa dia belum mendapatkan efek samping. Sebaliknya, setelah disuntik bakteri Bacillus F tahun 2013, Dia tidak pernah mengalami sakit flu. Dia juga mengatakan bahwa tubuhnya lebih energik dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam di tempat kerja tanpa perlu berhenti dan beristirahat. Dia juga mengatakan bahwa hal ini bisa saja hanya sugesti.
Penelitian terhadap bakteri ini masih terus berlanjut. Masih banyak yang harus diteliti apa efek samping jangka panjangnya jika tubuh manusia disuntik menggunakan bakteri Bacillus F.
Sekian !! silahkan tinggalkan komentar Anda…

Baca juga :






 



Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

// Copyright © Anak Bambu //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //