Newest Post
Archive for Oktober 2015
Karya : Arismawati (SMAN 1 Mamuju)
Lima
belas tahun yang lalu adalah tahun yang berat bagi Tasya. Kehilangan bukan lagi
hal aneh bagi Tasya belum lama ia berada di dunia ini Allah SWT telah
mengajarinya untuk tabah karena kehilangan sosok seorang ibu tercinta,setelah
kepergian sang ibu Tasya di asuh oleh ayahnya dan keluarga besar sang ibu,Tasya
mempunyai seorang kakak perempuan yang berumur 4 tahun,belum lama ibunya
meninggal Allah memberi cobaan lagi untuknya,ia harus di benci oleh kakaknya
karena kakaknya menganggap sang ibu meninggal akibat dari ia dilahirkan. Saat
itu kakaknya tidak ingin bertemu dengan dia, kakaknya sangat membenci
dirinya,tasya bayi yang tidak mengetahui apapun harus mengalami nasib yang
semiris itu.
Setelah
beberapa bulan peninggalan ibunya, ia
akhirnya diasuh oleh bibinya yang bernama Lia karena sang kakak tidak ingin
bertemu dia,ya,,tidak ingin bertemu Tasya adik kandungnya sendiri sehingga ia
harus dibesarkan tanpa kasih sayang orang tua dan tanpa sedikitpun belaian sang
ayah apalagi sang ibu ,mungkin ini merupakan cara Allah untuk memberi banyak
ketabahan pada tasya agar suatu saat nanti ia mampu melalui ini semua, namun ia
patut bersyukur kepada Allah SWT karena ia masih mendapatkan kasih sayang dari
bibinya tersebut,bibinya merawat ia dengan kasih sayang bahkan jika ia
bertengkar dengan anak bibinya sendiri ia selalu di bela oleh bibinya maupun
pamannya tersebut. Tidak terasa 4 tahun berlalu dan Tasya diambil oleh adik
ibunya yang bernama Rina. Bibinya yang bernama Rina memiliki anak perempuan
yang seumuran dengannya sehingga tidak butuh berapa lama ia sudah memiliki
teman. Akhirnya dia masuk taman kanak-kanak,ia merasa malu dan canggung untuk
berteman dengan teman-temannya karena hanya dia yang tidak memiliki ibu,ia
selalu mendapat ejekan dari teman-temannya namun ia hanya bisa menangis dengan
sembunyi-sembunyi karena ia tidak ingin orang tau bahwa ia sedang sedih ia
ingin orang melihat dia senang meskipun ibunya tidak ada disampingnya. Setelah
selesai menempuh TK yang sangat menyiksa bagi seorang anak yang masih berumur 6
tahun akhirnya ia kembali kepada bibinya yang bernama Lia, setelah beberapa
lama Tasya memanggil bibinya itu dengan sebutan mama mungkin karena bibinya itu
yang merawat dia dari kecil.
Akhirnya ia telah memasuki bangku Sekolah
Dasar, ia harus menggunakan sepeda agar sampai disekolahnya yang berjarak
kurang lebih 7 kilo dari rumahnya,,,,ya,,, anak sekecil itu harus bersepeda
kurang lebih 40 menit agar sampai disekolahnya tersebut dan harus melakukannya
setiap masuk sekolah selama 6 tahun, namun ia memiliki banyak teman tanpa harus
mendapat banyak ejekan. Saat ia berusia
7 tahun ia penasaran di mana ibunya tinggal namun ia takut menanyakan hal
tersebjut,berbagai macam versi cerita tentang ibunya yang ia dapatkan namun ia
masih belum yakin sehingga pada umur 8 tahun akhirnya ia memberanikan diri
untuk bertanya kepada bibinya.
Imma :
Mama ibu kandungku sekarang dimana,,,???
(katanya
dengan nada sedikit bercanda).
Bibi
Lia : Setelah 40 hari kamu dilahirkan ibumu sudah meninggal karena kanker
payudara lalu kakakmu
membencimu karena kakakmu menganggap
kamulah sebab kematian ibumu,tapi
jangan dengarkan itu karena
kakak kamu waktu itu juga
msaih kecil.
(dengan
nada santai ).
Imma :
OH!!!
(katanya singkat).
Bibi
Lia :
emangnya ada apa???
(tanyanya
sedikit heran).
Imma : Engga kok.
(Dia lalu pergi meninggalkan tantenya yang
duduk ).
Setelah kejadian itu dia selalu merenung
dan menangis dan selalu bertanya-tanya “kenapa harus aku yang dilahirkan saat
engkau ingin mengambil ibuku tuhan”tanyanya dalam hati, ia hanyalah anak polos
yang berusia 8 tahun yang baru menemukan kenyataan yang pahit hanya bisa
bersedih sendiri tanpa ada yang memberi dia semangat. Namun setelah beberapa
hari diapun lupa dengan hal itu, dan berhembus kabar bahwa ayahnya sudah
menikah lagi,diapun menanggapi berita hal tersebut sangat santai dan cukup
senang. Karena ia berpikir mungkin ayahnya sangat butuh seorang istri untuk
menemaninya dirumah.
Bulan ramadhan pun tiba dia dipanggil oleh
ayahnya untuk berlibur kerumah ayahnya di Kalimantan Timur atau tepatnya di
Samarinda, dia dan neneknya pergi kerumah ayahnya betapa terkejutnya dia
melihat sosok sang ayah,diapun agak canggung untuk menyapa ayahnya . Di rumah
sang ayah, Tasya pun sangat dimanja dan di beri perhatian lebih oleh ayahnya
maupun ibu tirinya begitu pula dengan kakaknya yang sejak kecil membencinya.
Namun belum sempat ia melepaskan rindunya kepada sang ayah ia pun harus pulang
ke kampungnya karena libur sekolah telah usai.
Saat usia 13 tahun ia pun masuk di salah
satu sekolah menengah pertama dikampungnya tersebut, jarak dari rumah ke
sekolah cukup jauh sehingga ia harus menggunakan angkutan umum agar ia bisa
sampai disekolahnya tersebut,hari-hari ia lalui dengan menggunakan angkutan
umum tersebut,saat mentari telah menampakkan dirinya ia pun bersiap-siap
menunggu angkutan umum lewat, dan ketika matahari tepat di atas kepala tasya
pun kembali menunggu angkutan umum tersebut panas,lapar, dan gerah itulah
perasaan yang ia rasakan, menunggu dan akan selalu menunggu,begitulah yang ia
lakukan selama dua setengah tahun, saat Tasya duduk dikelas IX akhirnya dia
dibelikan kendaraan oleh suami bibinya yang bernama Arif karena ia kasihan
melihat Tasya harus menunggu diterik matahari yang cukup panas meskipun
kendaraannya tidak terlalu bagus namun setidaknya mampu mengantarnya ke
sekolah,ia sebenarnya mampu membeli kendaraan yang jauh lebih bagus dari itu
jika ia meminta kepada ayahnya namun Tasya sangat malu kepada sang ayah
berbicara dengannya pun tak berani apalagi harus meminta kendaraan yang bagus.
Sudah 4 tahun lebih dia tidak bertemu dengan sang ayah, sehingga ia mungkin
agak canggung untuk memulai semua itu.
Setelah berumur 15 tahun Tasya di panggil
oleh bibinya yang bernama Rina untuk sekolah di Mamuju. Di rumah bibinya, Tasya
di terima dengan suka cita oleh keluarga bibinya tersebut. Bibinya tersebut
menyekolahkan dia di salah satu sekolah menengah atas di kota Mamuju tersebut
ia pun bersekolah dengan tekun tanpa ada masalah, meskipun awal masuk sekolah
dia agak canggung namun lama kelamaan dia nyaman. Setelah hampir satu tahun ia
sekolah disana kejadian yang menimpanya 15 tahun yang lalu kembali terjadi
Allah kembali menguji ketabahannya karena suami bibinya itu meninggal dunia, banyak
orang bilang dia harus ikhlas dan tabah menjalaninya meskipun sangat berat yang
dia rasakan? “Tidak akan ada yang pernah tau selagi kalian sendiri yang
mengalaminya ”jawabnya dalam hati.
Setelah peninggalan pamannya tersebut
ekonomi bibinya mulai terpuruk mau tidak mau dia makan seadanya. Dia mencoba
ikhlas meskipun berat yang ia rasakan, ia tak pernah mengira akan jadi seperti
ini setelah pamannya meninggal ia baru benar-benar merasakan kehilangan karena
sewaktu ibunya meninggal ia masih sangat kecil sehingga ia tak tau apa-apa
tentang kehilangan, ia lalu teringat kembali pada ibunya yang pergi
meninggalkan dirinya untuk selamanya “seandainya waktu bisa berhenti,aku rindu
ibu, aku ingin melihatnya, aku ingin mencium tangannya dan akupun rela
melakukan apa saja asalkan ibuku bisa kembali” katanya sambil menangis
tersedu-sedu, setelah beberapa lama ia menangis ia pun memutuskan untuk
mengambil air wudhu dan melakukan shalat, setelah selesai melakukan shalat dia
pun menangis dan mengangkat kedua tangannya dan mengadahkan wajah lalu berdoa,”Ya
Allah setiap waktu aku selalu teringat dengan ibuku namun aku tahu kini ibuku sangat dekat denganku. Ya
Allah semoga aku bisa membuatnya tetap bangga dan selalu bangga padaku dan bisa
membuatnya bahagia di sisiMu,semoga aku bisa seperti yang ibuku inginkan dan
aku bersyukur kepadaMu memberinya kemudahan untuk nafas terakhirnya, meski aku
iri pada teman-temanku yang memiliki ibu, tapi apa daya ibuku tak akan pernah
kembali lagi bersamaku tapi pada dasarnya segala yang ada di dunia ini pasti
akan kembali kepadaMu. Ya Allah,ampunilah dosa-dosa ibuku,berikanlah ia tempat
yang layak di sisiMu.amin” katanya sambil tetap menangis.
Setelah kejadian itu ia selalu berusaha untuk
mengambil hikmah dari semua kejadian yang menimpanya karena ia tahu bahwa di
balik semua penderitaan dan kesedihan
yang semua orang alami pasti di balik itu semua tersimpan kebahagiaan yang luar
biasa indahnya. Ia belajar tetap bersyukur karena disetiap pijakan kakinya
selalu ada orang yang selalu menemaninya dan memberikan kasih sayang yang begitu banyak kepadanya meskipun itu
bukan dari ibu kandungnya sendiri, “ternyata kasih sayang bukan hanya dari
ibuku namun bisa juga dari keluarga terdekatku,seperti bibi, paman, dan teman-temanku,
yang selama ini tidak ku sadari, terima kasih ya Allah” gumannya dalam hati
sambil melihat keluarganya tertawa.
Setelah
setahun berlalu ekonomi keluarga bibinya mulai membaik,bibinya diterima bekerja
sebagai pegawai dan anak bibinya yang laki-laki juga diterima bekerja disalah
satu perusahaan swasta,sekarang Tasya sudah duduk di bangku SMA kelas XII dan
kurang lebih satu tahun lagi dia lulus dan melanjutkan keperguruan tinggi demi
membuat bangga sang ibu tercinta di sisi Allah SWT dan membuat orang kagum padanya. Pesan dari Tasya yaitu jangan ragu
dalam setiap langkahmu karena pasti akan selalu ada orang yang memberikanmu
cinta tanpa kau sadari, dan selalu tetap bersyukur dan berdoa.
Baca juga :
Tag :// Cerpen
Karya : Syukrina
Dwi Kasita
Kelas : XII
IPA 1
Ada seorang anak yang menjadi kebanggan orang tuanya, namanya Muhammad Ilham dan orang-orang biasa memanggilnya dengan sebutan Ilham tetapi Rina yang merupakan keponakannya biasa memanggilnya dengan sebutan Illang. Meskipun Illang dan Rina merupakan paman dan keponakan, tetapi selisih umur mereka tidak jauh hanya terpaut 5 tahun itu disebabkan karena ibu Rina yang tak lain juga adalah saudara Illang merupakan kakak pertama. Illang merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara dan diantara saudaranya dialah yang paling tampan, yah... tentu saja karena semua saudaranya adalah wanita.
Sejak kecil dia memang sangat pandai,
mulai dari masuk sekolah dasar sampai lulus sekolah menengah pertama dia selalu
menjadi juara kelas. Rina heran bagaimana dia sepintar itu, padahal Rina
sendiri tidak pernah melihatnya belajar dan kerjaannya pun hanya main game dan
nonton film kartun saja. Rina masih ingat Illang pernah mengatakan, “Di rumah
tempat bersantai kalau belajar baru di sekolah”. Kalimat yang diucapkannya begitu
sederhana tetapi orang lain akan berfikir bahwa tidak semudah itu untuk
mendapatkan nilai terbaik jika hanya belajar di sekolah tanpa dibarengi belajar
tambahan di rumah. Yah... mungkin saja Illang selalu belajar tetapi dia tidak
memperlihatkannya, karena bagaimana pun juga ilmu bisa didapatkan hanya dengan
belajar. Setelah lulus sekolah menengah pertama Illang lagi-lagi membuktikan
kepandaiannya dengan diterimanya dia disalah satu sekolah menengah atas terbaik
di Sulawesi yaitu SMA Negeri 2 Tinggimoncong dan mendapatkan biaya siswa, hal
itu memang pantas dia dapatkan dari proses dijalaninya untuk mendapatkan ilmu
yang membuatnya pandai.
Illang adalah orang yang baik hati, ramah,
dan mudah bergaul makanya dia memilik banyak teman dan disukai oleh teman-temannya,
dia juga orang yang sederhana dan agak cuek sehingga terlihat begitu keren dan
dikagumi teman-teman wanitanya. Apalagi Illang jago main gitar dan masuk group
band yang merupakan salah satu eskul di sekolahnya. Wah... siapa coba yang
tidak terpikat olehnya. Setiap liburan sekolah Illang akan pulang dari ibu kota
ke kota ibu, pulang kampung maksudnya hehehe.... Dia akan menghabiskan waktunya
bersama para keponakannya dengan pergi karaokean, main odong-odong di alun-alun
kota, begadang nonton film, main kartu sampai berjam-jam, dan masih banyak lagi
bahkan hal-hal konyol sekalipun mereka lakukan. Kepada keponakannya Illang
sering menceritakan pengalamannya ketika berada di asrama dan di sekolahnya.
Illang : “Di sekolah ku itu sangat
disiplin. Kelas baru bubar pada malam hari, belum lagi ada tugas-tugas yang
harus dikerjakan sehingga tidurnya tengah malam dan bangunnya pun harus sangat
pagi karena harus mengantri untuk mandi”.
Rina : “Waduh... sulit juga sekolah disana”.
Illang : “Ah... tidak juga, lama-lama juga
akan terbiasa. Dan kau juga harus
sekolah disana, oke!”.
Rina :
“Benarkah... tapi pasti persaingan masuk ke sekolah itu sangat ketat,
harus cerdas dan butuh kerja
keras”.
Illang : “Tentu saja, makanya disebut salah
satu sekolah terbaik karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan bersekolah
disana. Tetapi percaya deh... kalau kau memiliki kemauan dan menetapkan target
pasti bisa, tentunya dengan banyak belajar”.
Rina
: “Yah... lihat saja nanti, jika aku memiliki nilai cukup baik mungkin
ada peluang untuk melanjutkan sekolah ku
disana”.
Illang : “Kalau begitu mulailah dari
sekarang, belajar dengan tekun dan banyak membaca”.
Rina
: “Aku orang yang cepat bosan sehingga aku tidak suka membaca dan aku
juga tidak suka menulis karena tulisan ku sangat jelek”.
Illang : “Aku juga
seperti itu, tapi lama kelamaan aku menjadi suka dan terbiasa karena aku tau membaca adalah hal sangat
penting”.
Rina
: “Yah... baiklah.
Dengan berjalan terusnya waktu, Illang pun
dinyatakan lulus dari sekolah menengah atas dan berkesempatan melanjutkan
pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Sewaktu Illang mempersiapkan diri
untuk masuk ke universitas dia dan teman-temannya menyewa kos-kosan di salah
satu tempat di kota Makassar untuk belajar bersama selama tiga bulan tanpa
mengikuti les ataupun kursus. Dari dulu Illang memang tidak pernah mengikuti
les privat atapun kursus, dapat dikatakan bahwa dia bisa berbahasa inggris dan
menguasai mata pelajaran lainnya dengan hanya belajar di rumah dan di sekolah
atau bisa disebut otodidat. Dengan terus fokus belajar selama tiga bulan,
usahanya pun berbuah manis dengan lulusnya dia masuk di universitas Institut
Teknologi Bandung (ITB). Ketika Illang ingin melihat hasil ujiannya masuk ke
universitas dia pergi ke warnet dan perlahan-lahan membuka web site pengumuman,
dia sangat terkejut dan tidak menyangka akan hasil yang diperolehnya, begitu
terharunya dia langsung sujud syukur didepan orang-orang yang ada di tempat itu
dan seakan tidak peduli ketika semua orang memandanginya. Itu ekspresi yang
wajar ketika orang melihat suatu keajaiban didepan matanya. Bagaimana tidak,
dia mendapatkan sebuah tiket awal masa depan dari ribuan orang yang mendaftar
Illang termasuk salah satu dari ratusan orang yang diterima. Wah... itu sungguh luar biasa, dia diterima di
universitas tempat tercetaknya anak-anak muda dengan kualitas terbaik yang
tidak diragukan lagi dan tempat asal dimana ada beberapa presiden Indonesia
yang pernah belajar disana.
Illang pulang hanya setahun sekali atau
melewati dua semsester, yah... untuk ngirit uang pesawat, tau kan harga tiket
pesawat jadi mahal banget kalau sudah masa liburan. Jika hanya libur satu atau
sampai tiga minggu saja Illang tidak akan pulang, dia akan menghabiskan
liburannya dengan belajar tambahan, traveling, ataupun mendaki gunung bersama
teman-temannya. Meskipun Illang sudah jadi anak kota dan bergaul dengan
orang-orang yang lebih gaul dan modern di kota besar, tetapi setiap pulang dia
tetap orang yang sama dengan berbagai karakter uniknya. Illang yang tetap
sederhana, yang tetap konyol, yang tetap mengagumkan, dan yang tetap menjadi
seorang paman yang asik bagi para keponakannya. Seperti biasa Illang dengan
keponakan-keponakannya akan reunian bareng setiap liburan, mereka tidak akan
menyia-nyiakan waktu yang sangat sedikit itu untuk bersenang-senang.
Yah...
karakter Illang memang tidak pernah berubah tetap jail, tetapi sikapnya semakin
dewasa saja. Dia memberikan pelajaran kepada keponakan-keponakannya dengan
cara-cara yang seru sehingga mereka bisa menerimanya dengan baik dan gembira,
seperti mengajak nonton film yang memiliki unsur-unsur ilmu didalamnya, pergi
joging, dan pergi berenang. Apalagi untuk Rina, Illang terus memberikan
motivasi dan inspirasi kepada keponakannya yang satu itu, karena tidak lama
lagi Rina akan mengikuti ujian nasional dan melanjutkan pendidikannya kejenjang
yang lebih tinggi.
Illang
: “Kau ingin masuk di universitas mana?”
Rina : “Belum tau”.
Illang : “Kau harus keluar Sulawesi, agar
kau mendapatkan pengalaman. Atau masuk
di ITB saja!”
Rina
: “Kepengen sih... tapi kau tau kan, otakku berkelas standar bagaimana
bisa sekolah di Jawa sepertimu coba. Apalagi waktu masuk SMA Negeri 2
Tinggimoncong tidak berhasil, tapi emang tidak pernah dicoba sih...”
Illang : “Pasti bisa, optimis dong... kau
hanya perlu belajar”.
Rina
: “yah... memang kunci akhirnya adalah belajar”.
Illang : “Kau tau berapa nilai matematika
ku pada ujian nasional? Ayo tebak!”
Rina
: “mmh... sekitar 8!”
Illang : “tidak, 10”.
Rina
: “hah... nilai sempurna, serius!”
Illang : “iya... ada satu nomor yang
jawaban ku berbeda dengan teman ku, kami mempertahankan pendirian masing-masing
dan setelah hasil ujian nasional keluar aku mendapat nilai 10 dan terbukti aku
yang benar”.
Rina : “wow... keren!”
Illang : “Iyalah... sebenarnya paman mu ini
sangat pintar”.
Rina
: “Yah... baiklah”.
Illang : “Intinya kau harus
menguasai satu bidang. Tidak perlu tau semua tapi cukup ahli dalam satu bidang
mu, maka kau akan mudah masuk universitas karena keahlian itu. Apa yang menurut
mu pelajaran yang kau bisa dan sukai?”
Rina
: “Matematika... yah, lumayan lah!”
Illang : “Bagus, terus tingkatkan belajar
mu. Cari waktu untuk belajar full dan fokus, optimis lah!”
Rina
: “yups... oke”.
Sebenarnya liburan Illang masih beberapa
minggu lagi, tetapi dia kembali ke kota Bandung lebih awal karena tidak bisa
mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik disini. Yah... karena
keponakan-keponakannya yang selalu mengganggu dan mengajak bersenang-senang melulu.
Illang juga tidak langsung ke kota
Bandung, dia singgah dulu di kota Makassar untuk ngumpul bersama teman-teman
SMA nya dan pergi traveling bersama. Kapan lagi bisa ngumpul bareng bersama
teman-temannya kalau bukan sekarang, makanya Illang tidak bisa menolaknya.
Sekarang Illang sudah berada di semester
akhir perkuliahannya dan tidak lama lagi akan wisuda. Dia pernah ingin
melanjutkan kuliahnya di Jepang, tapi sayangnya gagal. Mungkin itu pertama
kalinya Illang berhadapan dengan kegagalan, tetapi dia tidak pernah menyerah
bahkan Illang berencana akan mencoba lagi keinginannya untuk bersekolah di
Jepang untuk melanjutkan S2 nya disana. Illang adalah orang yang selalu
menyikapi hidup ini dengan pemikiran yang sederhana tetapi berlangkah dengan
hebat. Itulah kenapa dia selalu bersikap optimis karena dia memenuhi pikirannya
dengan hal-hal yang sederhana sehingga tidak membebani otaknya dan berani
bertindak secara nyata. Kegagalan tidak akan menghentikannya untuk meraih yang
dia inginkan dan kesuksesan yang sudah pasti akan dia dapatkan karena peroses
yang dia lewati tidak akan menghianati kesukseannya sebab proses selalu
berdampingan dengan kesuksesan.
Baca Juga :
Tag :// Cerpen
Bakteri Bacillus F bisa bikin manusia hidup abadi ?
Bakteri Bacillus F disebut-sebut
menjadi kunci yang mampu membuat kehidupan menjadi abadi. Bermula ketika tim
ilmuwan sekitar tahun 2009, menemukan spesies bakteri tak dikenal di lapisan
bawah permukaan tanah beku Gunung Mamontova di Yakutia/Sakha Republic, Siberia.
Bakteri yang kemudian diyakini
sebagai Bacillus F itu telah beku selama berabad-abad. Para peneliti lalu
menetapkan bahwa usia bakteri itu sekitar 3,5 juta tahun. Bisa hidup jutaan tahun lamanya, membuat para
ilmuwan ingin meneliti bakteri yang bernama Bacillus F ini. Para peneliti
penasaran bagaimana bakteri tersebut bisa bertahan hingga jutaan tahun terkubur
di Siberia.
Bakteri ini dinilai memiliki mekanisme
istimewa yang mampu membuatnya tetap ‘hidup’ bahkan di suhu dan kondisi yang
tidak ramah sekalipun. Bakteri ini berhasil bertahan pada suhu di bawah 0 oC.
Dari penelitian yang sudah
dilakukan oleh tim ilmuwan terhadap Bacillus F, mereka meyakini bahwa bakteri ini
mampu menciptakan sistem kekebalan yang spesifik dan mampu memperpanjang masa
hidup sel tubuh. Setidaknya percobaan itu diklaim berhasil pada kawanan tikus , biji buah dan lalat.
Tikus yang di uji tersebut
lebih hidup lama dibandingkan tikus yang lainnya di luar laboratorium dan
memiliki badan yang sehat hingga usia tua. Tikus betina yang sudah dinyatakan
mandul pun dapat bereproduksi kembali. Biji buah yang dilakukan percobaan itu
juga bisa tetap bertahan, walaupun berada di suhu 5 derajat celcius.
Dari situ, pemimpin penelitian Nadezhda Mironovoa dari Institute
of Chemical Biology and Fundamental Medicine Academy of Sciences of Russia
menduga bahwa Bacillus F mampu menciptakan sistem kekebalan yang spesifik.
Menggunakan teknologi MRI, tim ilmuwan meneliti para tikus yang
telah disuntikkan Bacillus F dan menemukan bahwa ada dua jenis perantara yang
ditemukan. Mereka adalah glutamat dan taurin yang memiliki sifat imunitas pada
tubuh serta mampu memperpanjang masa hidup sel tubuh.
Melihat
percobaan yang berhasil tersebut, ilmuwan Anatoli Brouchkov, kepala Departemen
Geocryology di Moscow State University, menyuntikkan bakteri kuno tersebut ke
tubuhnya sekitar 2 tahun yang lalu. Dia mengatakan bahwa dia belum mendapatkan
efek samping. Sebaliknya, setelah disuntik bakteri Bacillus F tahun 2013, Dia
tidak pernah mengalami sakit flu. Dia juga mengatakan bahwa tubuhnya lebih
energik dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam di tempat kerja tanpa perlu
berhenti dan beristirahat. Dia juga mengatakan bahwa hal ini bisa saja hanya
sugesti.
Penelitian terhadap
bakteri ini masih terus berlanjut. Masih banyak yang harus diteliti apa efek
samping jangka panjangnya jika tubuh manusia disuntik menggunakan bakteri
Bacillus F.
Sekian !! silahkan
tinggalkan komentar Anda…
Baca juga :
Tag :// Fakta Unik
Halo! Apa kabar hari ini? Sapaan adalah cara kita
berinteraksi dengan satu sama lain. Tidak seperti sapaan pada umumnya dengan berkata apa kabar (seperti yang di atas) atau berjabat tangan, di Tibet ada tata
krama atau sopan santun yang unik dalam hal sapa menyapa atau memberikan salam.
Mereka akan mencangkupkan kedua tangan dan meletakkan di bagian dada sambil
menjulurkan lidah untuk menunjukkan rasa hormat mereka.
Menjulurkan lidah
kepada orang lain tentu akan mengundang masalah (khususnya di Negara Indonesia).
Coba bayangkan jika kita menjulurkan lidah pada orang yang tidak dikenal? Tentu
akan jadi masalah. Tapi berbeda di Tibet, hal ini justru dianggap sopan dan
merupakan tradisi yang sudah berlangsung turun temurun. Lantas bagaimana cara membalas
salam ini? Nah, untuk membalas salam ini, kita cukup mencakupkan kedua tangan dan
mengatakan “Tashide” yang berarti semoga beruntung.
Lantas mengapa orang di Tibet menjulurkan
lidah untuk menyapa orang? Sejarahnya adalah jaman dahulu
ada seorang raja kejam di Tibet bernama Lang Darma yang memiliki lidah hitam. Orang Tibet percaya bahwa raja ini akan
bereinkarnasi. Oleh karena itu, mereka saling menyapa dengan menjulurkan lidah
mereka, untuk membuktikan bahwa mereka bukan raja jahat yang bereinkarnasi.
Tradisi ini terus berlangsung selama berabad-abad, jadi sekarang hanya sebagai
sambutan adat semata.
Sekian !!!
Tag :// Fakta Unik


