Newest Post

Archive for 2015

Karya  : Arismawati (SMAN 1 Mamuju)

   Lima belas tahun yang lalu adalah tahun yang berat bagi Tasya. Kehilangan bukan lagi hal aneh bagi Tasya belum lama ia berada di dunia ini Allah SWT telah mengajarinya untuk tabah karena kehilangan sosok seorang ibu tercinta,setelah kepergian sang ibu Tasya di asuh oleh ayahnya dan keluarga besar sang ibu,Tasya mempunyai seorang kakak perempuan yang berumur 4 tahun,belum lama ibunya meninggal Allah memberi cobaan lagi untuknya,ia harus di benci oleh kakaknya karena kakaknya menganggap sang ibu meninggal akibat dari ia dilahirkan. Saat itu kakaknya tidak ingin bertemu dengan dia, kakaknya sangat membenci dirinya,tasya bayi yang tidak mengetahui apapun harus mengalami nasib yang semiris itu.
      Setelah  beberapa bulan peninggalan ibunya, ia akhirnya diasuh oleh bibinya yang bernama Lia karena sang kakak tidak ingin bertemu dia,ya,,tidak ingin bertemu Tasya adik kandungnya sendiri sehingga ia harus dibesarkan tanpa kasih sayang orang tua dan tanpa sedikitpun belaian sang ayah apalagi sang ibu ,mungkin ini merupakan cara Allah untuk memberi banyak ketabahan pada tasya agar suatu saat nanti ia mampu melalui ini semua, namun ia patut bersyukur kepada Allah SWT karena ia masih mendapatkan kasih sayang dari bibinya tersebut,bibinya merawat ia dengan kasih sayang bahkan jika ia bertengkar dengan anak bibinya sendiri ia selalu di bela oleh bibinya maupun pamannya tersebut. Tidak terasa 4 tahun berlalu dan Tasya diambil oleh adik ibunya yang bernama Rina. Bibinya yang bernama Rina memiliki anak perempuan yang seumuran dengannya sehingga tidak butuh berapa lama ia sudah memiliki teman. Akhirnya dia masuk taman kanak-kanak,ia merasa malu dan canggung untuk berteman dengan teman-temannya karena hanya dia yang tidak memiliki ibu,ia selalu mendapat ejekan dari teman-temannya namun ia hanya bisa menangis dengan sembunyi-sembunyi karena ia tidak ingin orang tau bahwa ia sedang sedih ia ingin orang melihat dia senang meskipun ibunya tidak ada disampingnya. Setelah selesai menempuh TK yang sangat menyiksa bagi seorang anak yang masih berumur 6 tahun akhirnya ia kembali kepada bibinya yang bernama Lia, setelah beberapa lama Tasya memanggil bibinya itu dengan sebutan mama mungkin karena bibinya itu yang merawat dia dari kecil.
     Akhirnya ia telah memasuki bangku Sekolah Dasar, ia harus menggunakan sepeda agar sampai disekolahnya yang berjarak kurang lebih 7 kilo dari rumahnya,,,,ya,,, anak sekecil itu harus bersepeda kurang lebih 40 menit agar sampai disekolahnya tersebut dan harus melakukannya setiap masuk sekolah selama 6 tahun, namun ia memiliki banyak teman tanpa harus mendapat banyak ejekan.  Saat ia berusia 7 tahun ia penasaran di mana ibunya tinggal namun ia takut menanyakan hal tersebjut,berbagai macam versi cerita tentang ibunya yang ia dapatkan namun ia masih belum yakin sehingga pada umur 8 tahun akhirnya ia memberanikan diri untuk bertanya kepada bibinya.
Imma      : Mama ibu kandungku sekarang dimana,,,???
                 (katanya dengan nada sedikit bercanda).
Bibi Lia : Setelah 40 hari kamu dilahirkan ibumu sudah meninggal karena kanker
                 payudara lalu kakakmu membencimu karena kakakmu menganggap
                 kamulah sebab kematian ibumu,tapi jangan dengarkan itu karena
                 kakak kamu waktu itu juga msaih kecil.  
                (dengan nada santai ).
Imma      : OH!!!
                 (katanya singkat).
Bibi Lia    : emangnya ada apa???
                  (tanyanya sedikit heran).
Imma         : Engga kok.
                    (Dia lalu pergi meninggalkan tantenya yang duduk ).
     Setelah kejadian itu dia selalu merenung dan menangis dan selalu bertanya-tanya “kenapa harus aku yang dilahirkan saat engkau ingin mengambil ibuku tuhan”tanyanya dalam hati, ia hanyalah anak polos yang berusia 8 tahun yang baru menemukan kenyataan yang pahit hanya bisa bersedih sendiri tanpa ada yang memberi dia semangat. Namun setelah beberapa hari diapun lupa dengan hal itu, dan berhembus kabar bahwa ayahnya sudah menikah lagi,diapun menanggapi berita hal tersebut sangat santai dan cukup senang. Karena ia berpikir mungkin ayahnya sangat butuh seorang istri untuk menemaninya dirumah.
     Bulan ramadhan pun tiba dia dipanggil oleh ayahnya untuk berlibur kerumah ayahnya di Kalimantan Timur atau tepatnya di Samarinda, dia dan neneknya pergi kerumah ayahnya betapa terkejutnya dia melihat sosok sang ayah,diapun agak canggung untuk menyapa ayahnya . Di rumah sang ayah, Tasya pun sangat dimanja dan di beri perhatian lebih oleh ayahnya maupun ibu tirinya begitu pula dengan kakaknya yang sejak kecil membencinya. Namun belum sempat ia melepaskan rindunya kepada sang ayah ia pun harus pulang ke kampungnya karena libur sekolah telah usai.
     Saat usia 13 tahun ia pun masuk di salah satu sekolah menengah pertama dikampungnya tersebut, jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh sehingga ia harus menggunakan angkutan umum agar ia bisa sampai disekolahnya tersebut,hari-hari ia lalui dengan menggunakan angkutan umum tersebut,saat mentari telah menampakkan dirinya ia pun bersiap-siap menunggu angkutan umum lewat, dan ketika matahari tepat di atas kepala tasya pun kembali menunggu angkutan umum tersebut panas,lapar, dan gerah itulah perasaan yang ia rasakan, menunggu dan akan selalu menunggu,begitulah yang ia lakukan selama dua setengah tahun, saat Tasya duduk dikelas IX akhirnya dia dibelikan kendaraan oleh suami bibinya yang bernama Arif karena ia kasihan melihat Tasya harus menunggu diterik matahari yang cukup panas meskipun kendaraannya tidak terlalu bagus namun setidaknya mampu mengantarnya ke sekolah,ia sebenarnya mampu membeli kendaraan yang jauh lebih bagus dari itu jika ia meminta kepada ayahnya namun Tasya sangat malu kepada sang ayah berbicara dengannya pun tak berani apalagi harus meminta kendaraan yang bagus. Sudah 4 tahun lebih dia tidak bertemu dengan sang ayah, sehingga ia mungkin agak canggung untuk memulai semua itu.
     Setelah berumur 15 tahun Tasya di panggil oleh bibinya yang bernama Rina untuk sekolah di Mamuju. Di rumah bibinya, Tasya di terima dengan suka cita oleh keluarga bibinya tersebut. Bibinya tersebut menyekolahkan dia di salah satu sekolah menengah atas di kota Mamuju tersebut ia pun bersekolah dengan tekun tanpa ada masalah, meskipun awal masuk sekolah dia agak canggung namun lama kelamaan dia nyaman. Setelah hampir satu tahun ia sekolah disana kejadian yang menimpanya 15 tahun yang lalu kembali terjadi Allah kembali menguji ketabahannya karena suami bibinya itu meninggal dunia, banyak orang bilang dia harus ikhlas dan tabah menjalaninya meskipun sangat berat yang dia rasakan? “Tidak akan ada yang pernah tau selagi kalian sendiri yang mengalaminya ”jawabnya dalam hati.
     Setelah peninggalan pamannya tersebut ekonomi bibinya mulai terpuruk mau tidak mau dia makan seadanya. Dia mencoba ikhlas meskipun berat yang ia rasakan, ia tak pernah mengira akan jadi seperti ini setelah pamannya meninggal ia baru benar-benar merasakan kehilangan karena sewaktu ibunya meninggal ia masih sangat kecil sehingga ia tak tau apa-apa tentang kehilangan, ia lalu teringat kembali pada ibunya yang pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya “seandainya waktu bisa berhenti,aku rindu ibu, aku ingin melihatnya, aku ingin mencium tangannya dan akupun rela melakukan apa saja asalkan ibuku bisa kembali” katanya sambil menangis tersedu-sedu, setelah beberapa lama ia menangis ia pun memutuskan untuk mengambil air wudhu dan melakukan shalat, setelah selesai melakukan shalat dia pun menangis dan mengangkat kedua tangannya dan mengadahkan wajah lalu berdoa,”Ya Allah setiap waktu aku selalu teringat dengan ibuku namun  aku tahu kini ibuku sangat dekat denganku. Ya Allah semoga aku bisa membuatnya tetap bangga dan selalu bangga padaku dan bisa membuatnya bahagia di sisiMu,semoga aku bisa seperti yang ibuku inginkan dan aku bersyukur kepadaMu memberinya kemudahan untuk nafas terakhirnya, meski aku iri pada teman-temanku yang memiliki ibu, tapi apa daya ibuku tak akan pernah kembali lagi bersamaku tapi pada dasarnya segala yang ada di dunia ini pasti akan kembali kepadaMu. Ya Allah,ampunilah dosa-dosa ibuku,berikanlah ia tempat yang layak di sisiMu.amin” katanya sambil tetap menangis.
   Setelah kejadian itu ia selalu berusaha untuk mengambil hikmah dari semua kejadian yang menimpanya karena ia tahu bahwa di balik semua penderitaan  dan kesedihan yang semua orang alami pasti di balik itu semua tersimpan kebahagiaan yang luar biasa indahnya. Ia belajar tetap bersyukur karena disetiap pijakan kakinya selalu ada orang yang selalu menemaninya dan memberikan kasih sayang  yang begitu banyak kepadanya meskipun itu bukan dari ibu kandungnya sendiri, “ternyata kasih sayang bukan hanya dari ibuku namun bisa juga dari keluarga terdekatku,seperti bibi, paman, dan teman-temanku, yang selama ini tidak ku sadari, terima kasih ya Allah” gumannya dalam hati sambil melihat keluarganya tertawa.
  Setelah setahun berlalu ekonomi keluarga bibinya mulai membaik,bibinya diterima bekerja sebagai pegawai dan anak bibinya yang laki-laki juga diterima bekerja disalah satu perusahaan swasta,sekarang Tasya sudah duduk di bangku SMA kelas XII dan kurang lebih satu tahun lagi dia lulus dan melanjutkan keperguruan tinggi demi membuat bangga sang ibu tercinta di sisi Allah SWT dan membuat orang kagum  padanya. Pesan dari Tasya yaitu jangan ragu dalam setiap langkahmu karena pasti akan selalu ada orang yang memberikanmu cinta tanpa kau sadari, dan selalu tetap bersyukur dan berdoa.


Baca juga :


KASIH SAYANG YANG TAK PERNAH PUTUS

Minggu, 25 Oktober 2015
Posted by Parsley
Tag :
Karya : Syukrina Dwi Kasita
Kelas    : XII IPA 1

     
Ada seorang anak yang menjadi kebanggan orang tuanya, namanya Muhammad Ilham dan orang-orang biasa memanggilnya dengan sebutan Ilham tetapi Rina yang merupakan keponakannya biasa memanggilnya dengan sebutan Illang. Meskipun Illang dan Rina merupakan paman dan keponakan, tetapi selisih umur mereka tidak jauh hanya terpaut 5 tahun itu disebabkan karena ibu Rina yang tak lain juga adalah saudara Illang merupakan kakak pertama. Illang merupakan anak bungsu dari tujuh bersaudara dan diantara saudaranya dialah yang paling tampan, yah... tentu saja karena semua saudaranya adalah wanita.
     Sejak kecil dia memang sangat pandai, mulai dari masuk sekolah dasar sampai lulus sekolah menengah pertama dia selalu menjadi juara kelas. Rina heran bagaimana dia sepintar itu, padahal Rina sendiri tidak pernah melihatnya belajar dan kerjaannya pun hanya main game dan nonton film kartun saja. Rina masih ingat Illang pernah mengatakan, “Di rumah tempat bersantai kalau belajar baru di sekolah”. Kalimat yang diucapkannya begitu sederhana tetapi orang lain akan berfikir bahwa tidak semudah itu untuk mendapatkan nilai terbaik jika hanya belajar di sekolah tanpa dibarengi belajar tambahan di rumah. Yah... mungkin saja Illang selalu belajar tetapi dia tidak memperlihatkannya, karena bagaimana pun juga ilmu bisa didapatkan hanya dengan belajar. Setelah lulus sekolah menengah pertama Illang lagi-lagi membuktikan kepandaiannya dengan diterimanya dia disalah satu sekolah menengah atas terbaik di Sulawesi yaitu SMA Negeri 2 Tinggimoncong dan mendapatkan biaya siswa, hal itu memang pantas dia dapatkan dari proses dijalaninya untuk mendapatkan ilmu yang membuatnya pandai.
     Illang adalah orang yang baik hati, ramah, dan mudah bergaul makanya dia memilik banyak teman dan disukai oleh teman-temannya, dia juga orang yang sederhana dan agak cuek sehingga terlihat begitu keren dan dikagumi teman-teman wanitanya. Apalagi Illang jago main gitar dan masuk group band yang merupakan salah satu eskul di sekolahnya. Wah... siapa coba yang tidak terpikat olehnya. Setiap liburan sekolah Illang akan pulang dari ibu kota ke kota ibu, pulang kampung maksudnya hehehe.... Dia akan menghabiskan waktunya bersama para keponakannya dengan pergi karaokean, main odong-odong di alun-alun kota, begadang nonton film, main kartu sampai berjam-jam, dan masih banyak lagi bahkan hal-hal konyol sekalipun mereka lakukan. Kepada keponakannya Illang sering menceritakan pengalamannya ketika berada di asrama dan di sekolahnya.
Illang : “Di sekolah ku itu sangat disiplin. Kelas baru bubar pada malam hari, belum lagi ada tugas-tugas yang harus dikerjakan sehingga tidurnya tengah malam dan bangunnya pun harus sangat pagi karena harus mengantri untuk mandi”.
Rina   : “Waduh... sulit juga sekolah disana”.
Illang : “Ah... tidak juga, lama-lama juga akan terbiasa. Dan kau juga harus     sekolah disana, oke!”.
 Rina  : “Benarkah... tapi pasti persaingan masuk ke sekolah itu sangat ketat, harus       cerdas dan butuh kerja keras”.
Illang : “Tentu saja, makanya disebut salah satu sekolah terbaik karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan bersekolah disana. Tetapi percaya deh... kalau kau memiliki kemauan dan menetapkan target pasti bisa, tentunya dengan banyak belajar”.
Rina  : “Yah... lihat saja nanti, jika aku memiliki nilai cukup baik mungkin ada  peluang untuk melanjutkan sekolah ku disana”.
Illang : “Kalau begitu mulailah dari sekarang, belajar dengan tekun dan banyak membaca”.
Rina  : “Aku orang yang cepat bosan sehingga aku tidak suka membaca dan aku juga tidak suka menulis karena tulisan ku sangat jelek”.
Illang : “Aku juga seperti itu, tapi lama kelamaan aku menjadi suka dan terbiasa       karena aku tau membaca adalah hal sangat penting”.
Rina  : “Yah... baiklah.
     Dengan berjalan terusnya waktu, Illang pun dinyatakan lulus dari sekolah menengah atas dan berkesempatan melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Sewaktu Illang mempersiapkan diri untuk masuk ke universitas dia dan teman-temannya menyewa kos-kosan di salah satu tempat di kota Makassar untuk belajar bersama selama tiga bulan tanpa mengikuti les ataupun kursus. Dari dulu Illang memang tidak pernah mengikuti les privat atapun kursus, dapat dikatakan bahwa dia bisa berbahasa inggris dan menguasai mata pelajaran lainnya dengan hanya belajar di rumah dan di sekolah atau bisa disebut otodidat. Dengan terus fokus belajar selama tiga bulan, usahanya pun berbuah manis dengan lulusnya dia masuk di universitas Institut Teknologi Bandung (ITB). Ketika Illang ingin melihat hasil ujiannya masuk ke universitas dia pergi ke warnet dan perlahan-lahan membuka web site pengumuman, dia sangat terkejut dan tidak menyangka akan hasil yang diperolehnya, begitu terharunya dia langsung sujud syukur didepan orang-orang yang ada di tempat itu dan seakan tidak peduli ketika semua orang memandanginya. Itu ekspresi yang wajar ketika orang melihat suatu keajaiban didepan matanya. Bagaimana tidak, dia mendapatkan sebuah tiket awal masa depan dari ribuan orang yang mendaftar Illang termasuk salah satu dari ratusan orang yang diterima.  Wah... itu sungguh luar biasa, dia diterima di universitas tempat tercetaknya anak-anak muda dengan kualitas terbaik yang tidak diragukan lagi dan tempat asal dimana ada beberapa presiden Indonesia yang pernah belajar disana.
     Illang pulang hanya setahun sekali atau melewati dua semsester, yah... untuk ngirit uang pesawat, tau kan harga tiket pesawat jadi mahal banget kalau sudah masa liburan. Jika hanya libur satu atau sampai tiga minggu saja Illang tidak akan pulang, dia akan menghabiskan liburannya dengan belajar tambahan, traveling, ataupun mendaki gunung bersama teman-temannya. Meskipun Illang sudah jadi anak kota dan bergaul dengan orang-orang yang lebih gaul dan modern di kota besar, tetapi setiap pulang dia tetap orang yang sama dengan berbagai karakter uniknya. Illang yang tetap sederhana, yang tetap konyol, yang tetap mengagumkan, dan yang tetap menjadi seorang paman yang asik bagi para keponakannya. Seperti biasa Illang dengan keponakan-keponakannya akan reunian bareng setiap liburan, mereka tidak akan menyia-nyiakan waktu yang sangat sedikit itu untuk bersenang-senang.
Yah... karakter Illang memang tidak pernah berubah tetap jail, tetapi sikapnya semakin dewasa saja. Dia memberikan pelajaran kepada keponakan-keponakannya dengan cara-cara yang seru sehingga mereka bisa menerimanya dengan baik dan gembira, seperti mengajak nonton film yang memiliki unsur-unsur ilmu didalamnya, pergi joging, dan pergi berenang. Apalagi untuk Rina, Illang terus memberikan motivasi dan inspirasi kepada keponakannya yang satu itu, karena tidak lama lagi Rina akan mengikuti ujian nasional dan melanjutkan pendidikannya kejenjang yang lebih tinggi.
Illang : “Kau ingin masuk di universitas mana?”
Rina  : “Belum tau”.
Illang : “Kau harus keluar Sulawesi, agar kau mendapatkan pengalaman. Atau   masuk di ITB saja!”
Rina  : “Kepengen sih... tapi kau tau kan, otakku berkelas standar bagaimana bisa sekolah di Jawa sepertimu coba. Apalagi waktu masuk SMA Negeri 2 Tinggimoncong tidak berhasil, tapi emang tidak pernah dicoba sih...”
Illang : “Pasti bisa, optimis dong... kau hanya perlu belajar”.
Rina  : “yah... memang kunci akhirnya adalah belajar”.
Illang : “Kau tau berapa nilai matematika ku pada ujian nasional? Ayo tebak!”
Rina  : “mmh... sekitar 8!”
Illang : “tidak, 10”.
Rina  : “hah... nilai sempurna, serius!”
Illang : “iya... ada satu nomor yang jawaban ku berbeda dengan teman ku, kami mempertahankan pendirian masing-masing dan setelah hasil ujian nasional keluar aku mendapat nilai 10 dan terbukti aku yang benar”.
  Rina   : “wow... keren!”
Illang : “Iyalah... sebenarnya paman mu ini sangat pintar”.
Rina   : “Yah... baiklah”.
Illang : “Intinya kau harus menguasai satu bidang. Tidak perlu tau semua tapi cukup ahli dalam satu bidang mu, maka kau akan mudah masuk universitas karena keahlian itu. Apa yang menurut mu pelajaran yang kau bisa dan sukai?”
Rina   : “Matematika... yah, lumayan lah!”
Illang : “Bagus, terus tingkatkan belajar mu. Cari waktu untuk belajar full dan fokus, optimis lah!”
Rina  : “yups... oke”.
     Sebenarnya liburan Illang masih beberapa minggu lagi, tetapi dia kembali ke kota Bandung lebih awal karena tidak bisa mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik disini. Yah... karena keponakan-keponakannya yang selalu mengganggu dan mengajak bersenang-senang melulu. Illang  juga tidak langsung ke kota Bandung, dia singgah dulu di kota Makassar untuk ngumpul bersama teman-teman SMA nya dan pergi traveling bersama. Kapan lagi bisa ngumpul bareng bersama teman-temannya kalau bukan sekarang, makanya Illang tidak bisa menolaknya.
     Sekarang Illang sudah berada di semester akhir perkuliahannya dan tidak lama lagi akan wisuda. Dia pernah ingin melanjutkan kuliahnya di Jepang, tapi sayangnya gagal. Mungkin itu pertama kalinya Illang berhadapan dengan kegagalan, tetapi dia tidak pernah menyerah bahkan Illang berencana akan mencoba lagi keinginannya untuk bersekolah di Jepang untuk melanjutkan S2 nya disana. Illang adalah orang yang selalu menyikapi hidup ini dengan pemikiran yang sederhana tetapi berlangkah dengan hebat. Itulah kenapa dia selalu bersikap optimis karena dia memenuhi pikirannya dengan hal-hal yang sederhana sehingga tidak membebani otaknya dan berani bertindak secara nyata. Kegagalan tidak akan menghentikannya untuk meraih yang dia inginkan dan kesuksesan yang sudah pasti akan dia dapatkan karena peroses yang dia lewati tidak akan menghianati kesukseannya sebab proses selalu berdampingan dengan kesuksesan.



Baca Juga :




Karakter Hebat

Sabtu, 24 Oktober 2015
Posted by Parsley
Tag :
Bakteri Bacillus F bisa bikin manusia hidup abadi ?


Bakteri Bacillus F disebut-sebut menjadi kunci yang mampu membuat kehidupan menjadi abadi. Bermula ketika tim ilmuwan sekitar tahun 2009, menemukan spesies bakteri tak dikenal di lapisan bawah permukaan tanah beku Gunung Mamontova di Yakutia/Sakha Republic, Siberia.
Bakteri yang kemudian diyakini sebagai Bacillus F itu telah beku selama berabad-abad. Para peneliti lalu menetapkan bahwa usia bakteri itu sekitar 3,5 juta tahun. Bisa hidup jutaan tahun lamanya, membuat para ilmuwan ingin meneliti bakteri yang bernama Bacillus F ini. Para peneliti penasaran bagaimana bakteri tersebut bisa bertahan hingga jutaan tahun terkubur di Siberia.
Bakteri ini dinilai memiliki mekanisme istimewa yang mampu membuatnya tetap ‘hidup’ bahkan di suhu dan kondisi yang tidak ramah sekalipun. Bakteri ini berhasil bertahan pada suhu di bawah 0 oC.
Dari penelitian yang sudah dilakukan oleh tim ilmuwan terhadap Bacillus F, mereka meyakini bahwa bakteri ini mampu menciptakan sistem kekebalan yang spesifik dan mampu memperpanjang masa hidup sel tubuh. Setidaknya percobaan itu diklaim berhasil pada kawanan tikus , biji buah dan lalat.
Tikus yang di uji tersebut lebih hidup lama dibandingkan tikus yang lainnya di luar laboratorium dan memiliki badan yang sehat hingga usia tua. Tikus betina yang sudah dinyatakan mandul pun dapat bereproduksi kembali. Biji buah yang dilakukan percobaan itu juga bisa tetap bertahan, walaupun berada di suhu 5 derajat celcius.
Dari situ, pemimpin penelitian Nadezhda Mironovoa dari Institute of Chemical Biology and Fundamental Medicine Academy of Sciences of Russia menduga bahwa Bacillus F mampu menciptakan sistem kekebalan yang spesifik.
Menggunakan teknologi MRI, tim ilmuwan meneliti para tikus yang telah disuntikkan Bacillus F dan menemukan bahwa ada dua jenis perantara yang ditemukan. Mereka adalah glutamat dan taurin yang memiliki sifat imunitas pada tubuh serta mampu memperpanjang masa hidup sel tubuh.
Melihat percobaan yang berhasil tersebut, ilmuwan Anatoli Brouchkov, kepala Departemen Geocryology di Moscow State University, menyuntikkan bakteri kuno tersebut ke tubuhnya sekitar 2 tahun yang lalu. Dia mengatakan bahwa dia belum mendapatkan efek samping. Sebaliknya, setelah disuntik bakteri Bacillus F tahun 2013, Dia tidak pernah mengalami sakit flu. Dia juga mengatakan bahwa tubuhnya lebih energik dan bisa menghabiskan waktu berjam-jam di tempat kerja tanpa perlu berhenti dan beristirahat. Dia juga mengatakan bahwa hal ini bisa saja hanya sugesti.
Penelitian terhadap bakteri ini masih terus berlanjut. Masih banyak yang harus diteliti apa efek samping jangka panjangnya jika tubuh manusia disuntik menggunakan bakteri Bacillus F.
Sekian !! silahkan tinggalkan komentar Anda…

Baca juga :






 



Bakteri Bacillus F bisa bikin manusia hidup abadi ?

Jumat, 16 Oktober 2015
Posted by Parsley

Halo! Apa kabar hari ini? Sapaan adalah cara kita berinteraksi dengan satu sama lain. Tidak seperti sapaan pada umumnya dengan berkata apa kabar (seperti yang di atas) atau berjabat tangan, di Tibet ada tata krama atau sopan santun yang unik dalam hal sapa menyapa atau memberikan salam. Mereka akan mencangkupkan kedua tangan dan meletakkan di bagian dada sambil menjulurkan lidah untuk menunjukkan rasa hormat mereka.
Menjulurkan lidah kepada orang lain tentu akan mengundang masalah (khususnya di Negara Indonesia). Coba bayangkan jika kita menjulurkan lidah pada orang yang tidak dikenal? Tentu akan jadi masalah. Tapi berbeda di Tibet, hal ini justru dianggap sopan dan merupakan tradisi yang sudah berlangsung turun temurun. Lantas bagaimana cara membalas salam ini? Nah, untuk membalas salam ini, kita cukup mencakupkan kedua tangan dan mengatakan “Tashide” yang berarti semoga beruntung.
Lantas mengapa orang di Tibet menjulurkan lidah untuk menyapa orang? Sejarahnya adalah jaman dahulu ada seorang raja kejam di Tibet bernama Lang Darma yang memiliki lidah hitam. Orang Tibet percaya bahwa raja ini akan bereinkarnasi. Oleh karena itu, mereka saling menyapa dengan menjulurkan lidah mereka, untuk membuktikan bahwa mereka bukan raja jahat yang bereinkarnasi. Tradisi ini terus berlangsung selama berabad-abad, jadi sekarang hanya sebagai sambutan adat semata.
Sekian !!!



Beginilah Cara Menyapa Orang Tibet

Sabtu, 10 Oktober 2015
Posted by Parsley
Karya : Parsley

Saat itu, sedang berlangsung kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMAN 1 Mamuju. Suasana nampak begitu ramai. Setiap kelas punya perwakilan dalam kegiatan itu. Nia yang merupakan gadis cantik dan baik hati menjadi perwakilan dari kelas X.A. Dia tidak sendiri, ada Lusi, dan Gatra yang juga perwakilan dari kelas yang sama. Ketiganya duduk berdekatan saat acara sedang berlangsung.
            Di tengah berlangsungnya kegiatan, Nia dan Lusi justru asyik bercerita. Gatra yang duduk di samping Nia merasa terganggu dengan mereka berdua.
            “Kalian bisa diam tidak? Kalian mengganggu konsentrasi saya.” bisik Gatra.
            “Isshh . . . kenapa sih? Bilang saja kamu iri. Kamu kan tidak punya teman cerita.” balas Nia.
            Mendengar hal itu, Gatra hanya diam dan memalingkan wajahnya ke depan. Gatra sebenarnya sangat menyukai Nia. Tapi dia tidak pernah berani mengungkapkannya.
            Setelah kegiatan telah selesai, Nia dan Lusi berjalan jalan di depan kelas XI IPA 1. Mereka melihat Wahyu yang merupakan ketua panitia LDKS.
            “Eh . . . lihat, bukankah itu kak Wahyu?” kata Nia.
            “Yang mana?” balas Lusi dengan pelan.
            “Itu, yang pakai baju merah.” kata Nia.
            Lusi pun melihat Wahyu dan berkata “oh iya, itu memang kak Wahyu.”. Kemudian Gatra datang menghampiri mereka berdua dan bertanya “Apakah kalian tidak pulang?”
            “Kami sudah mau pulang.” jawab Lusi.
            “Iya, kami sudah mau pulang.” tambah Nia.
            “Oh, kalau begitu saya duluan ya. Soalnya saya lagi terburu-buru.” kata Gatra.
            “OK. . .” balas Lusi dan Nia.
             Dua minggu kemudian tepatnya minggu pagi Nia, Lusi, dan Gatra berkumpul di sekolah bersama dengan peserta kegiatan LDKS lainnya. Mereka di arahkan untuk outbound di kali Mamuju.
            Setelah tiba di sana, semua peserta bermain bersama. Ketika waktu istirahat tiba, Gatra mengajak Nia untuk jalan-jalan di sekitar kali. Namun, Nia menolak dan memilih berjalan-jalan sendiri di sekitar kali dan bertemu Wahyu yang sedang memotret. Diam-diam Wahyu memotret Nia. Tapi Nia menyadari hal itu, dan dia langsung mengambil pose yang bagus. Melihat Nia seperti itu, Wahyu makin semangat memotret Nia.
            “Senyum dek,” kata Wahyu.
            “Ini kak” balas Nia.
            Waktu istirahat pun selesai, Nia kembali berkumpul dengan peserta lainnya. Mereka bermain bersama dengan berbagai macam permainan. Gatra mendekati Nia dan mengajaknya bermain. Mereka bermain sampai siang. Dan semuanya pun pulang.
            Keesokan harinya, Nia  bersama temannya yang bernama Elika berbelanja di kantin sekolah. Setelah pulang dari kantin, salah satu dari teman Wahyu berteriak “ Nia, Wahyu suka sama kamu”. Mendengar hal ini, Nia merasa aneh. Dia tidak tau apa yang dia rasakan, apakah itu senang tau sedih.
            Sementara itu, di dalam kelas Gatra sedang bercerita dengan teman-temannya. Salah satu temannya bernama Mike menyarankan Gatra agar segera mengungkapkan perasaannya kepada Nia.
            “Gatra, mengapa kamu tidak berani mengungkapkannya? Nanti dia diambil orang. Ungkapkanlah  . . .”  Kata Mike
            “Saya takut ditolak. Saya belum siap Mike.” Balas Gatra.
            Kemudian Joko, teman baik Gatra tiba-tiba dating dan mengagetkan semuanya.
            “Hei . . ., kalian sedang apa di sini? Ayo kita bermain futsal” kata Joko.
            “Kamu ini, fikirnya cuma futsal terus. Coba fikirkan nasibmu sedikit. Kamu itu sudah abstrak, hidup lagi.” Kata Mike dengan nada bercanda.
            “Lihat juga rambutmu, itu mie instan atau apa?” balas Joko dengan bercanda pula.
            Melihat kedua temannya, kepala Gatra jadi pusing. Dia langsung meninggalkan mereka. Dia menuju kantin dan bertemu Nia diperjalanan. Dia ingin mengungkapkan perasaannya tapi dia masih takut ditolak. Dia pun hanya tersenyum kepada Nia. Namun, sayang Nia tidak memperhatikan Gatra karena asyik cerita dengan Elika. Senyum Gatra pun sia-sia. Dan bel berbunyi tanda kelas sudah dimulai.
            Bel kembali berbunyi tanda pelajaran telah selesai. Di luar kelas sudah ada Gian yang merupakan teman dekat Wahyu. Gian memanggil Elika.
            “Elika, saya mau minta nomor telepon Nia. Kamu punya kan?” tanya Gian.
            “Punya kak. Saya sebutkan ya” jawab Elika.
            Elika pun menyebutkan nomornya. Dan Gian menulisnya diselembar kertas. Kertas itu kemudian diberikan kepada Wahyu. Semenjak saat itu, Wahyu sering berkomunikasi dengan Nia melalui telepon.
            Sejak saat itu Nia terus dekat dengan Wahyu. Mereka sudah sering cerita bersama, baik itu tentang mereka berdua atau hal lainnya.
            Seminggu berlalu . . .
            Lagi-lagi Nia mengikuti kegiatan di sekolah. Tentunya ada juga Gatra yang terus berusaha dekat dengan Nia. Kali ini adalah acara Kelompok Ilmiah Remaja (KIR). Setelah acara selesai, Gatra langsung pulang dan tidak menyapa Nia. Sementara itu, Wahyu mengikuti Nia ke kelas X.a. Tepatnya di depan kelas Wahyu menahan Nia dan mengungkapkan perasaannya. “Dek, saya suka sama kamu. Apa kamu jadi pacarku?”. Mendengar ucapan itu, Nia jadi bingung. Dia belum bisa menjawabnya. Dia ingin meminta izin dulu kepada ibunya untuk berpacaran, selain itu dia merasa tidak enak dengan Gatra yang sejak dulu menyukainya.
            Sementara itu, Gatra yang mendengar kabar itu dari Joko hanya bisa termenung. Dia merenungi ketidakberaniaanya. Andai saja dia lebih berani, ini tidak akan terjadi. Namun nasi sudah menjadi bubur dan Gatra tidak akan bisa mengubaha apa yang telah terjadi. Kini dia hanya pasrah dengan keputusan Nia.
            Setibanya di rumah, Nia langsung menanyakan hal tersebut ke ibunya. Dan dia juga menceritakan sejauh mana dia mengenal Wahyu. Akhirnya, ibunya menyetujuinya dengan Wahyu. Namun, dia masih merasa tidak enak dengan Gatra. Dia terus berfikir mengapa Gatra yang sejak dulu menyukainya tidak pernah mengungkapkan apa yang dia rasakan sementara Wahyu yang belum lama mengenalnya justru lebih berani. Tapi, dia harus segera memutuskan.
            Beberapa hari kemudian, Nia pun memutuskan. Dia menerima Wahyu. Hal itu mengakibatkan Gatra kesal dan marah kepada Nia. Gatra memilih untuk tidak berbicara kepada Nia. Itu terjadi selama beberapa hari. Namun, lama kemudian Gatra menyadari bahwa itu hanya sia-sia. Semuanya telah terjadi, dan itu karena dia tidak berani mengungkapkan perasaannya.

            Kemudian lama kelamaan, Gatra sudah mulai melupakan Nia. Dia sudah memiliki wanita idaman yang baru. Sementara Nia, semakin dekat dengan Wahyu, meskipun kini mereka tinggal berjauhan. Mereka saling percaya bahwa mereka bisa menjaga hubungan.

Cinta Butuh Keberanian

Rabu, 26 Agustus 2015
Posted by Parsley
Tag :




2 sin a . cos b = sin (a + b) + sin (a - b)
2 cos a . sin b = sin (a + b) - sin (a - b)

2 cos a . cos b = cos (a + b) + cos (a - b)
-2 cos a . cos b = cos (a + b) - cos (a - b)
Pembuktian:
Kita sudah tahu bahwa rumus jumlah dan selisih dua sudut yaitu :
  1. sin (a + b) = sin a . cos b + cos a . sin b
  2. sin (a - b) = sin a . cos b - cos a . sin b
  3. cos (a + b) = cos a . cos b - sin a . sin b
  4. cos (a - b) = cos a . cos b + sin a . sin b
Dari rumus 1 dan 2 diperoleh :
sin (a + b) = sin a . cos b + cos a . sin b
sin (a - b) = sin a . cos b - cos a . sin b +

sin (a + b) + sin (a - b) = 2 sin a . cos b
Jadi diperoleh rumus 2 sin a . cos b = sin (a + b) + sin (a - b)
sin (a + b) = sin a . cos b + cos a . sin b
sin (a - b) = sin a . cos b - cos a . sin b -

sin (a + b) - sin (a - b) = 2 cos a . sin b
Jadi diperoleh rumus 2 cos a . sin b = sin (a + b) - sin (a - b)
Dari rumus 3 dan 4 diperoleh :
cos (a + b) = cos a . cos b - sin a . sin b
cos (a - b) = cos a . cos b + sin a . sin b +

cos (a + b) + cos (a - b) = 2 cos a . cos b
Jadi diperoleh rumus 2 cos a . cos b = cos (a + b) + cos (a - b)
cos (a + b) = cos a . cos b - sin a . sin b
cos (a - b) = cos a . cos b + sin a . sin b -

cos (a + b) - cos (a - b) = -2 cos a . cos b
Jadi diperoleh rumus -2 cos a . cos b = cos (a + b) - cos (a - b)

Rumus-Rumus Trigonometri

Jumat, 20 Maret 2015
Posted by Parsley

// Copyright © Anak Bambu //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //